Tantangan buat Arsitek, Bangun Rumah Subsidi Tahan Gempa
JAKARTA, – Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Iwan Suprijanto mendorong penerapan konstruksi tahan gempa di bangunan rumah subsidi. Karenanya, Iwan memberikan tantangan kepada arsitek dan ahli bidang konstruksi untuk berinovasi menghadirkan desain rumah tahan gempa yang terjangkau. “Sebelum direvisi dalam aturan yang baru, misal Rp 155 juta-Rp 168 juta, Rp 100 jutanya adalah komponen pembentuk bangunan tahan gempa. Jadi ini satu tantangan,” kata Iwan dalam acara ARCH:ID 2023 di ICE BSD, Tangerang, Jumat (17/3/2023).
Contoh teknologi rumah tahan gempa yang telah diterapkan Pemerintah saat ini adalah Rumah Istan Sederhana Sehat (RISHA) dan Rumah Unggul Sistem Panel Instan (Ruspin). Teknologi konstruksi pra-cetak atau modular dalam Risha dan Ruspin menjadi andalan dalam membangun rumah relokasi korban bencana yang membutuhkan waktu pengerjaan sesingkat mungkin. “Negara kita ini negara yang rawan akan bencana, terutama gempa. Jadi rumah yang ramah terhadap bencana ini menjadi tugas kita bersama,” imbuh Iwan.
Di sisi lain, Kementerian PUPR akan membangun rumah susun (rusun) atau apartemen Aparatur Sipil Negara (ASN) di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Juni 2023. Proyek ini ditargetkan rampung pada pertengahan tahun 2024, bersamaan dengan pemindahan ibu kota negara tahap pertama. Oleh karena itu, Iwan turut memberikan tantangan kepada para arsitek guna menyampaikan inovasi teknologi konstruksi yang cepat bangun untuk gedung tinggi. Inovasi desain pra-cetak dan modular volumetrik tengah dikembangkan oleh Kementerian PUPR dengan harapan bisa membuat proyek rusun ASN IKN menjadi lebih cepat beres.
Di sisi lain, Kementerian PUPR akan membangun rumah susun (rusun) atau apartemen Aparatur Sipil Negara (ASN) di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Juni 2023. Proyek ini ditargetkan rampung pada pertengahan tahun 2024, bersamaan dengan pemindahan ibu kota negara tahap pertama.
Oleh karena itu, Iwan turut memberikan tantangan kepada para arsitek guna menyampaikan inovasi teknologi konstruksi yang cepat bangun untuk gedung tinggi. Inovasi desain pra-cetak dan modular volumetrik tengah dikembangkan oleh Kementerian PUPR dengan harapan bisa membuat proyek rusun ASN IKN menjadi lebih cepat beres. Baca juga: Harga Rumah di Bogor Naik 7 Persen, Lebih Tinggi dari Kota Lain di Jabodetabek Sementara mengenai apartemen ASN IKN, Iwan menyebut tender proyek tersebut akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
Pembangunan 47 tower apartemen ASN di IKN merupakan porsi Pemerintah yang akan dibangun menggunakan pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp 9,4 triliun. Selain didanai APBN, apartemen ASN IKN juga bakal digarap lewat skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) oleh tiga perusahaan, yaitu Korea Land and Housing Corporation (KLHC), PT Risjadson Brunsfield Nusantara-CCFG Corp (Konsorsium Nusantara), dan PT Summarecon Agung Tbk. Nilai investasi yang siap digelontorkan dari ketiga investor tersebut totalnya mencapai Rp 41 triliun.
Untuk rinciannya, KLHC akan membangun 23 tower dengan perkiraan setara dengan 1.100 unit apartemen senilai Rp 8,65 triliun. Kemudian Konsorsium Nusantara akan membangun sebanyak 60 tower dengan total apartemen mencapai 3.000-4.000 unit senilai Rp 30,8 triliun. Ketiga adalah Summarecon yang akan membangun 6 tower apartemen dengan nilai investasi Rp 1,67 triliun. Kendati demikian, Iwan tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai tender apartemen ASN IKN yang dilaksanakan pekan depan adalah untuk skema pendanaan APBN atau KPBU.
Sumber : Kompas.com
Butuh kontraktor untuk renovasi dan bangun rumah, bisa hubungi Qyusi Persada.
Dengan mengutamakan penyesuaian budget dalam proses perencanaan dan pembangunan, Qyusi Persada juga memberikan beberapa bonus yang pastinya berguna untuk pembangunan yang lebih nyaman.
Butuh partner jasa untuk renovasi dan bangun rumah? Qyusi Persada ahlinya…

Previous Post
Next Post













